Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Anak-anak dan remaja kini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dipengaruhi oleh internet, media sosial, dan perangkat digital. Di tengah kemajuan ini, pendidikan karakter menjadi tantangan sekaligus kebutuhan yang mendesak untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, etika, dan empati sosial.
Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik sehingga terbentuk kepribadian yang baik. Menurut Kemendikbud (2010), pendidikan karakter mencakup nilai-nilai seperti religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Di Era digital membawa tantangan tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Beberapa tantangan tersebut antara lain:
Paparan Konten Negatif
Internet menyediakan akses terbuka terhadap berbagai informasi, termasuk konten yang tidak sesuai bagi perkembangan moral anak, seperti kekerasan, pornografi, dan ujaran kebencian.
Ketergantungan pada Gadget
Penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial langsung dan menurunkan empati anak terhadap lingkungan sekitar (Setiawan, 2020).
Krisis Keteladanan di Dunia Maya
Banyak tokoh publik atau influencer digital yang tidak memberikan contoh perilaku positif, namun justru menjadi panutan generasi muda.
Anonimitas di Dunia Daring
Anonimitas sering membuat siswa merasa bebas mengekspresikan diri tanpa mempertimbangkan etika, yang dapat menyebabkan perilaku seperti cyberbullying.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pendekatan yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman. Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah:
1. Integrasi Karakter dalam Kurikulum Digital
Pendidikan karakter harus diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran dan juga dalam pembelajaran berbasis digital. Guru dapat memanfaatkan platform pembelajaran daring untuk menyisipkan nilai-nilai seperti kejujuran (misalnya dengan sistem ujian yang mengedepankan integritas) atau kerja sama (melalui proyek kolaboratif daring).
2. Pendidikan Literasi Digital
Siswa harus dibekali dengan kemampuan literasi digital, yakni kemampuan untuk menggunakan teknologi secara etis, kritis, dan bertanggung jawab. Literasi digital membantu siswa memilah informasi, menghargai karya orang lain, dan tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif (Ngafeeson & Sunal, 2015).
3. Keteladanan Guru dan Orang Tua
Pendidikan karakter yang efektif harus dimulai dari keteladanan. Guru dan orang tua berperan penting sebagai role model dalam penggunaan teknologi yang sehat dan bermoral. Mereka juga perlu aktif mengawasi dan berdialog dengan anak terkait aktivitas digitalnya.
4. Penguatan Ekstrakurikuler Berbasis Nilai
Kegiatan di luar kelas seperti komunitas digital, debat online, dan kampanye sosial daring dapat menjadi sarana penguatan karakter seperti kepemimpinan, tanggung jawab, dan peduli sosial.
5. Pemanfaatan Media Sosial Positif
Alih-alih menjauhi media sosial, siswa diajak untuk menggunakannya secara produktif dan positif, seperti membuat konten edukatif, kampanye toleransi, atau menyebarkan informasi yang inspiratif.
Menanamkan pendidikan karakter di era digital bukanlah tugas mudah, namun sangat penting demi masa depan bangsa. Pendidikan karakter harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dilakukan secara kolaboratif oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, era digital bukan menjadi ancaman, melainkan peluang untuk memperkuat karakter generasi muda.
Referensi
Kemendikbud. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Setiawan, B. (2020). Tantangan Pendidikan Karakter di Era Digital. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 56–64.
Tinggalkan Komentar